Wawancara Usaha (Ekonomi)

Diposting oleh Waskita Widya Karna pada 03:13, 21-Des-11 • Di: Pelajaran

BAB I

Pendahuluan

Keberadaan badan usaha merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah perekonomian. Perekonomian akan membaik jika kondisi badan usahanya juga baik.

                Di Indonesia terdapat 4 badan usaha yang menggerakan roda perekonomian nasional. Keempat badan usaha tersebut adalah Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Swasta, Badan Usaha Milik Daerah, dan Koperasi. Salah satu jenis dari Badan Usaha Milik Swasta adalah milik perseorangan. Perusahaan perseorangan adalah bentuk badan usaha yang pemiliknya terdiri dari satu orang dan orang ini bertanggung jawab terhadap semua resiko dan aktivitas usaha yang dijalankan perusahaan perseorangan merupakan bentuk badan usaha yang paling sederhana dan paling banyak berkembang di Indonesia. Bentuk usaha ini paling mudah dan biasanya dipakai untuk usaha skala kecil dan menengah.

                Dalam perusahaan perseorangan ini banyak juga kelebihan dan kekurangan dari jalannya usaha. Dalam kelangsungan usaha ini pemilik bebas dalam mengambil keputusan dan juga seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan. Adapun kekurangannya yaitu dalam usaha perseorangan, kerugian ditanggung sendiri oleh pemilik dan sumber keuangan atau modal perusahaan terbatas. Hal ini tergantung terhadap kemampuan si pemilik perusahaan untuk memajukan perusahaan dan mempertahankan perusahaan tersebut.

a.          Latar Belakang Wawancara

 

Dalam kehidupan sehari-hari Badan Usaha Milik Swasta atau lebih jelasnya badan usaha perseorangan sangatlah penting bagi kehidupan sehari-hari. Berbagai usaha yang menawarkan barang, makanan, ataupun jasa, yang bahkan setiap hari kita konsumsi. Pemilik perusahaan tersebut terdiri dari satu orang dan orang ini bertanggungjawab terhadap semua resiko dan aktivitas usaha yang dijalankan. Perusahaan perseorangan merupakan bentuk badan usaha yang paling sederhana dan paling banyak berkembang di Indonesia.

 

 

b. Tujuan Wawancara

 

Mengetahui aktivitas jalannya sebuah perusahaan milik swasta atau perusahaan milik pribadi dibalik dari kesuksesan perusahaan tersebut. Dan meneliti bagaimanakah kiat-kiat sukses dan agar kita juga dapat mengambil contoh dari jalannya perusahaan tersebut yang mungkin ada berbagai halangan dan rintangan dalam menjalani perusahaan, yang kadangkala ada di bawah dan kadang ada di atas.

                                                           

c. Metode Wawancara

Pada awalnya kelompok membuat atau menulis pertanyaan untuk wawancara agar mendapat informasi yang umum dan pasti tentang usaha yang dijalaninya dari awal jalannya usaha, dan semua kegiatan produksi yang ada pada perusahaan perseorangan tersebut. Yang selanjutnya mewawancarai narasumber pengusaha yang sudah ditentukan sebelumnya. Agar wawancara dapat berjalan sesuai rencana dan tidak menyimpang, kelompok mencari sumber-sumber yang terpercaya.

 


BAB II

Kegiatan Wawancara

 

a.    Waktu dan tempat pelaksanaan wawancara

Kegiatan wawancara dilaksanakan pada :

Hari                                : Sabtu, 06 November 2010

Pukul                             : 13.00 s.d selesai

Tempat                        : Kios / warung serabi Cibulan aneka rasa

Narasumber               : Ibu Atik Juhati

Usaha perseorangan yang di jalani oleh seorang ibu yang bernama lengkap ibu Atik Juhati ini merupakan jenis usaha perseorangan, dimana seluruh modal berasal dari sendiri, seluruh kegiatannya pun dijalankan dan merupakan tanggung jawab sendiri. Ia sudah 4 tahun menjalani usaha ini.

 

b.   Hasil wawancara

Usaha yang dijalankan Ibu Atik Juhati beserta suaminya ini dilatarbelakangi oleh suami Ibu Atik yang sudah tidak bekerja lagi, beliau mencoba berwirausaha tapi selalu gagal, modalnya selalu habis, sehingga Ibu Atik berniat untuk berwirausaha yaitu dengan berjualan sembako, tapi rencana itu tak dijalankannya karena modal yang dibutuhkan harus besar selain itu peluangnya sangat sempit karena disekitar rumahnya sudah ada yang membangun usaha sembako. Akhirnya ia memutuskan untuk berjualan serabi. Rencana beliau untuk berjualan serabi pada awalnya ditentang oleh sang mertua, mertuanya berpikir apakah tidak malu dan capek berjualan serabi, setiap hari harus berhadapan dengan tungku yang panas,Ibu Atik tetap gigih untuk menjalankan usaha ini. Sebelum memulai usahanya ia mencoba terlebih dahulu memberikan serabi olahannya pada tetangga rumahnya, kemudian tetangganya memberikan respon yang positif akan serabinya. Keesokan harinya ia mulai berjualan di pinggir jalan dekat rumahnya, tepatnya dibawah pohon, beliau hanya menggunakan kain bekas spanduk untuk membuat stan kecilnya.

Pembeli pertama yang berasal dari daerah yang jauh adalah orang Pamanukan, ia mampir saat hujan turun, kemudian orang tersebut menyarankan agar Ibu Atik menggunakan terpal supaya tidak kehujanan selain itu mengajarkan pula bagaimana cara membuat serabi yang baik, kebetulan pada saat itu Ibu Atik belum cukup mahir dalam membuat serabi.

Ibu Atik mencari ide bagaimana agar serabinya itu tidak biasa, dan akhirnya Ibu Atik mencoba menambahkan ceres pada serabi polosnya, setiap serabi yang baru ia coba dengan menambahkan sesuatu kedalammya ia selau meminta tanggapan kepada tetangganya. Bukan hanya ceres yang ia tambahkan, daging, sosis, kentang dsb.

          Kemudian ia membangun sebuah kios atau warung, meskipun sederhana tapi ia berharap agar kiosnya kelak menjadi besar. Ia memperoleh laba sebesar Rp. 50.000-Rp.100.000 per harinya. Kiosnya di buka dari pukul 06.00 sampai datangnya maghrib.

          Ibu Atik sebetulnya di tawari untuk membuka cabang di Cirebon dan Batam tap ia menolaknya dengan alasan ia tidak bisa jauh dari keluarganya.

                Dalam pengolahan serabinya ia selalu menggunakan bahan terbaih dan unggul, ia tidak pernah menggunakan bahan murah dalam pembuatannya. 

                Dalam pemasarannya ia hanya mengandalkan dari pelanggannya, maksudnya pelanggannya yang berperan penting dalam pemasarannya, melalui pelanggannya serabi cibulan aneka rasa dikenal banyak orang.

 

Proses Pembuatan                          :

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar